Kali ini saya akan berbicara tentang judi. Tetapi judi yang saya maksud dalam tulisan ini adalah (hanyalah?) judi dengan menggunakan kartu remi, seperangkat kartu yang memiliki empat macam bentuk (♥), (♦) , (♠) , (♣). Seperti kita ketahui bersama, menurut agama saya judi adalah dosa. Aku agak kaget ketika mengetahui dan menyadari kalau ternyata matematika juga ikut-ikutan membuktikan kalau judi adalah dosa. Lalu bagaimana matematika bisa membuktikan kalau judi adalah dosa?
OK marilah kita telusuri bersama-sama satu perangkat kartu remi tsb dan sekadar catatan, dalam permainan ini saya abaikan adanya dua kartu joker.
- Secara normal (setahu saya), permainan remi hanya menggunakan 1 perangkat kartu saja
- Dalam satu perangkat kartu remi terdapat 2 warna, yaitu hitam dan merah.
- Untuk masing-masing warna tersebut terdapat 26 kartu (26 merah terdiri dari \heartsuit dan \diamondsuit sedangkan 26 hitam terdiri dari \spadesuit dan \clubsuit )
- Masing-masing bentuk ((♥) , (♦) , (♠) , (♣) terdiri dari 13 kartu (2-10, King, Queen, Jack dan As)
- Dalam satu perangkat kartu remi terdapat 12 kartu bergambar wajah, yaitu masing-masing bentuk ada 3 wajah (King, Queen, Jack) sehingga total wajah ada 4×3 alias 12.
- Total kartu ada 52, yaitu 4×13.
Jadi dalam satu permainan remi kita memiliki 6 bilangan istimewa, yaitu 1, 2, 26, 13, 12 dan 52. Nach dengan modal keenam bilangan tsb, matematika akhirnya mampu “mengharamkan” permainan judi (remi). Mari kita lihat bagaimana cara matematika “mengharamkan” judi. Selanjutnya kita akan melakukan beberapa operasi aritmetika dengan melibatkan bilangan-bilangan dan juga beberapa angka dari 1, 2, 26, 13, 12 dan 52.
-1+2+26+13+(12×52) = …?
{1226/(-1+3)}-1+2+52=…?
(1×2×26×13)-1-2-5-2=…?
-1+(226×1×3)+1-(2×5)-2=…?
(1×2)+2+613-1+(25×2)=…?
(1×22)+613+1+ $latex2^{5}$ -2=…?
Silakan dihitung, berapa hasil dari operasi-operasi di atas. Kalau sudah, silakan dilanjutkan membacanya tetapi kalau belum selesai menghitung juga tidak dilarang untuk melanjutkan membacanya kok
Semua operasi di atas memberikan hasil bilangan 666. Benar tidak? Kalau tidak, berarti kalkulator-nya ngantuk. Eh … lalu apa hubungannya bilangan 666 tsb dengan penistaan judi? Mungkin banyak di antara kita yang tahu kalau bilangan 666 sering digunakan untuk melambangkan setan atau Qzink. Nach, itulah alasan kenapa saya katakan kalau matematika menyebutkan judi adalah dosa? Bukankah yang namanya dosa itu akrab dan dekat dengan yang namanya setan atau Qzink?
Jangan anggap serius tulisan saya ini, apalagi sampai mempercayai kalau bilangan 666 melambangkan Qzink / setan. Sekali lagi, tulisan ini hanya sekedar memginformasikan kalau matematika bisa digunakan untuk bermain-main dan bersenang-senang. BTW lalu bagaimana dengan bentuk perjudian yang lain? Tidak peduli seperti apa bentuknya, pokoknya yang namanya judi itu dosa.


ya.. ya.. ya.. DOSA alias dompet oblong sengsarakan anak
Hahaha. Saya sampe ngitung-ngitung perkalian dan penjumlahannya tuh.
)
Tadi saya tertarik, karena saya pikir menghitung dengan matematika berapa peluangan kemungkinan keluarnya angka pada judi togel?
Sehingga orang bisa sadar, kalo misalnya persen peluangnya dibawah 10 untuk 2,3 atau lebih digit angka, berarti sama saja dengan membuang duit. Kalo persen peluangnya diatas 50, ya boleh jadilah, dipertimbangkan kembali (<- bukan saran yang baik memang.
Kalau bersedia, bisa dibahas itu bang, persen peluang dalam permainan togel. Asa sadar jo amanta-amanta na di lapoan. (alai sadar pe, tuhoronna do i bir… ganti martogel.. hahhaha..)
secara matematis (teori peluang) juga telah dibuktikan bahwa judi itu tidak baik, karena peluang kekalahan itu selalu jauh lebih besar ketimbang peluang menang.